Pada musim yang lalu cedera tumit yang membuat penampilan Jordan Henderson terbatas. Dengan rasa sakit akan cedera tersebut rupanya masih saja dirasaya sampai sekarang. Kombinasi antara masalah pada tumit yang berkepanjangan serta cedera ligamen dibagian lutut membuat Henderson lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan.
Henderson hanya tampil 17 kali di Premier League pada musim yang lalu. Cedera yang membuat penampilan Henderson tidak maksimal pada musim yang lalu dan lantas sempat membuat masa depannya dispekulasikan. Dia di musim ini sudah kembaoli fit dan bermain apik di posisi barunya sebagai gelandang bertahan atau pemain nomor enam.
Dia sudah tampil 23 kali dengan torehan satu gol dan empat assist di seluruh kompetisi. Meski sudah demikian, Henderson rupanya bermain dengan menahan rasa sakitnya itu yang sampai saat ini belum sembuh total. Dilihat cedera itu pula yang membuat absen di tiga pertandingan awal tahun ini. Sudah wajar saja dengan kondisi Henderson ini membuat was-was kubu Liverpool mengingat dia begitu diandalkan di lini tengah tersebut.
Dan juga dengan perfoma The Reds sedari awal tahun masih kurang memuaskan dengan hanya sekali menang di seluruh kompetisi. Cedera yang berbeda, ada sedikit sama. Tetapi kami sudah lebih tau dibandingkan tahun yang lalu. Kami tidak berlatih terlalu intens di antara pertandingan itu.
Jadi dibandingkan para pemain yang harus berlali seharian, ketika para pemain yang bermain penuh harus berlali untuk pemulihan, dia berlatih di sepeda statis, mungkin itu hanya diperlakuan yang berbeda kami kepadanya. Sama dengan yang dikatakan, jangan pernah gunakan perumpaan seperti rasa sakit yang terus muncul. Anda tau artinya, ini bukan saatnya merasakan hal seperti itu, dia memang merasa sedikit sakit, akan tetapi bisa untuk mengatasi atas cedera itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar